Tag Archives: detikers

3 Tips Bikin Ruang Penyimpanan di Balkon


Jakarta

Balkon merupakan salah satu bagian yang kerap dipakai untuk bersantai di lantai atas rumah. Bersantai di balkon bisa menenangkan karena dapat melihat pemandangan di sekitar rumah dari atas.

Selain menjadi tempat bersantai, balkon juga bisa digunakan sebagai area penyimpanan. Beberapa barang yang bisa disimpan di balkon seperti alat kebun, furniture outdoor, serta tanaman.

Penghuni rumah bisa lho membuat area penyimpanan di balkon tanpa mengganggu pemandangan dari dalam maupun luar rumah. Gimana caranya? Melansir dari Living etc, berikut ini informasinya.


1. Buat Penyimpanan Vertikal

Area balkon biasanya tidak terlalu luas, maka dari itu area penyimpanan vertikal bisa menjadi opsi yang pas. Penghuni rumah bisa menggantungkan area penyimpanan pada dinding untuk menghemat tempat.

2. Pakai Tempat Penyimpanan Multifungsi

Tempat penyimpanan multifungsi sangat dibutuhkan apalagi untuk area yang tidak terlalu luas. Hanya dengan satu barang, bisa digunakan untuk berbagai macam keperluan.

Sebagai contoh, gunakan bangku yang bagian bawahnya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan. Bisa juga meja yang bagian bawahnya memiliki lemari penyimpanan.

Saat memilih perabotan yang akan ditaruh di balkon, perhatikan materialnya ya detikers. Pilih perabotan yang memang khusus outdoor atau yang tahan panas maupun hujan agar tidak cepat rusak.

3. Perhatikan dari Bagian Dalam dan Luar Ruangan

Saat menaruh area penyimpanan tentunya nggak mau dong mengganggu pemandangan dari dan ke luar rumah. Maka dari itu harus disesuaikan terlebih dahulu sebelum tempat penyimpanan benar-benar dipsang.

“Cara mudah untuk menjaga kerapian ruang ini adalah dengan membeli kotak penyimpanan yang serasi – ini akan membantu menjaga ruang tetap netral,” kata pendiri The Organised Curator, Andrea Lewis.

Itulah beberapa tips jika ingin menambahkan tempat penyimpanan di balkon rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Saudara Tolak Tanda Tangan, Bagaimana Status Balik Nama Sertifikat Warisan?


Jakarta

Saat orang tua wafat, pembagian harta warisan sering menjadi pembahasan yang sensitif dalam keluarga. Namun warisan tetap harus dibahas untuk memastikan semua mendapat hak sesuai aturan dan amanat orang tua.

Salah satu hal yang harus menuai kesepakatan adalah pembagian sertifikat tanah. Semua yang terlibat harus sepakat untuk memastikan proses pembagian tetap berjalan sah sesuai aturan.

Saudara Tolak Tanda Tangan, Bagaimana Status Balik Nama Sertifikat Warisan?

Proses balik nama sertifikat warisan tanah bisa berlanjut dan sah di mata hukum, meski ada ahli waris yang menolak menandatangani pengajuan balik dokumen tersebut. Penolakan tanda tangan tidak memengaruhi proses balik nama sertifikat tanah.


“Bisa dilakukan balik nama itu, tentunya kalau dia sudah mendaftarkan dirinya sebagai ahlli waris ya,” kata pengacara dan pakar hukum properti, Muhammad Rizal, saat dihubungi detikProperti pada Senin (25/3/2024).

Penolakan tanda tangan untuk proses balik nama juga tidak berpengaruh pada pembagian tanah. Ahli waris tersebut tetap memperoleh haknya sesuai keterangan dalam sertifikat tanah. Tentunya ahli waris tersebut sudah terdaftar dalam dokumen legal pembagian tanah.

Tahapan yang Perlu Dilalui sebelum Balik Nama

Sebelum melakukan balik nama sertifikat tanah, ahli waris perlu melalui 2 proses berikut ini:

1. Membuat Fatwa Waris

Fatwa waris bertujuan untuk memastikan seseorang adalah ahli waris yang sah. Meski seseorang tidak mau menandatangani balik nama sertifikat tanah, dia tetap perlu mengajukan fatwa waris bersama saudara yang lain.

Untuk masyarakat Islam bisa membuat fatwa waris di Pengadilan Agama. Sementara iu, untuk masyarakat dengan agama Kristen bisa melakukannya di Pengadilan Negeri.

2. Pengecekan Pengadilan

Selanjutnya adalah mendaftarkan hak sebagai ahli waris kepada pengadilan. Dalam proses ini, pengadilan akan meminta tanda tangan ahli waris.

Apabila ada salah satu ahli waris tidak mau menandatangani, maka pengadilan akan menanyakan alasannya. JIka alasan ketidaksetujuan karena merasa pembagian haknya tidak sesuai, maka pembagian mengacu pada dasar kompilasi hukum Islam. Dalam aturan tersebut pihak laki-laki mendapat setengah bagian, sementara perempuan sepertiga bagian.

Ada pula kasus di mana seseorang tidak ikut menandatangani dokumen sebab tidak dimasukkan ke daftar ahli waris. Biasanya, ini terjadi karena yang bersangkutan memberikan ancaman kepada ahli waris lain dan orang terdekatnya. Jika hal tersebut benar terjadi, maka pengadilan akan memutuskan bahwa dia tidak berhak menerima bagian dari warisan.

Bagaimana Cara Balik Nama Sertifikat Tanah?

Cara balik nama sertifikat tanah tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah Pasal 42. Berikut rinciannya

  1. Serahkan sertifikat tanah, surat kematian orang yang meninggal, dan surat tanda bukti ahli waris ke kantor pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN)
  2. Lakukan pembayaran pajak atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan karena pewarisan (BPHTB Waris) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun berjalan
  3. Lakukan registrasi hak balik nama sertifikat tanah kepada kantor pertanahan kabupaten/kota setempat dengan melengkapi dokumen yang diminta
  4. Buat Akta Pembagian Harta Bersama (APHB) di hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Detikers yang sedang melakukan proses balik nama sertifikat tanah atau pembagian warisan, jangan segan segera menghubungi PPAT atau ahli hukum yang kompeten.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Biar Tak Kena Masalah, Ini Izin yang Wajib Dipenuhi Sebelum Renovasi Rumah



Jakarta

Sederet hal harus disiapkan jika ingin merenovasi rumah. Bukan cuma uang yang harus disiapkan, tapi juga sederet izin wajib dipenuhi sebelum melakukan renovasi rumah.

Sederet izin itu perlu dilakukan karena proses renovasi rumah akan bersinggungan dengan kenyamanan dan ketertiban antar tetangga atau lingkungan tempat tinggal. Walaupun renovasi rumah merupakan hak pemilik rumah tersebut.

Misalnya, suara berisik dari para tukang yang sedang getok-getok palu atau merobohkan tembok tentu akan mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar. Belum lagi debu-debu bangunan yang bertebangan membuat halaman rumah tetangga mudah kotor.


Hal itulah yang harus dipikirkan oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Jika tidak, maka dikhawatirkan dapat memicu konflik dengan tetangga yang tak senang dengan aktivitas renovasi rumah.

Lantas, apa saja izin yang harus dipenuhi jika ingin merenovasi rumah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Izin yang Wajib Dipenuhi Sebelum Renovasi Rumah

Andi Saputra selaku advokat hukum mengatakan, ada beberapa izin yang harus dipenuhi oleh pemilik rumah sebelum melakukan renovasi. Saat dihubungi detikcom, Andi menjelaskan beberapa izin renovasi rumah yang wajib disiapkan, yaitu:

1. Meminta Izin Kepada Tetangga Sekitar

Dalam hal ini, izin yang dimaksud bukanlah izin tertulis. Andi mengungkapkan bahwa izin kepada tetangga sekitar cukup lewat verbal, seperti yang dilakukan orang Timur pada umumnya.

Kamu bisa mengadakan syukuran dengan mengundang tetangga sekitar untuk mendoakan kelancaran pembangunan renovasi. Jika rumah kamu berada di komplek perumahan, detikers bisa menyampaikan berita renovasi ke grup WhatsApp.

Lewat pesan yang dikirim ke grup tetangga, kamu bisa menyampaikan permohonan maaf jika dalam beberapa minggu mendatang sedang dilakukan renovasi rumah. Beberapa dampak yang ditimbulkan mulai dari suara berisik, debu berterbangan, hingga akses jalan yang terhambat.

2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Saat melakukan renovasi rumah, detikers juga perlu menyiapkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Izin ini diperlukan jika kamu merenovasi rumah dengan mengubah layout ruang, membongkar tembok untuk memperluas ruang, menambah tingkat bangunan dari lantai 1 menjadi lantai 2, 3, atau 4, hingga merubah fasad rumah walau hanya kecil.

Apabila renovasi dilakukan oleh perusahaan profesional, mereka biasanya sudah memasukkan biaya pengurusan IMB dalam paket renovasinya. Jika kamu mengubah fungsi rumah menjadi kos-kosan atau tempat usaha juga membutuhkan IMB.

Sebagai informasi, setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja, IMB kini telah diganti menjadi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aturan ini diatur dalam ketentuan Pasal 24 dan Pasal 185 huruf b Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 2021.

3. Meminta Izin Kepada Pihak Berwenang

Agar proses renovasi rumah berjalan lancar tanpa ada gangguan, kamu bisa melapor kepada pihak berwenang seperti RT atau RW. Namun, izin ini sebenarnya tidak terlalu penting dan sah-sah saja jika tidak melapor.

Akan tetapi, jika detikers ingin membangun rumah yang membutuhkan izin tertulis berupa tanda tangan dari tetangga di sekitar tempat tinggal, maka perlu menyertakan juga izin dari pihak RT dan RW setempat. Izin ini biasanya muncul karena bangunan yang direnovasi cukup besar dan pengerjaannya lama, sehingga dapat mengganggu ketertiban.

Itu dia sejumlah izin yang wajib dipenuhi jika ingin melakukan renovasi rumah. Semoga dapat membantu detikers.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Bagian Outdoor Rumah yang Luput Dibersihkan, Jangan Dilupakan!


Jakarta

Membersihkan area outdoor perlu dilakukan agar bagian luar rumah tampak rapi. Namun, ada saja bagian-bagian yang luput dibersihkan di area outdoor.

Salah satu yang luput dibersihkan adalah lampu taman. Meski berada di luar ruangan, lampu taman juga tetap perlu dibersihkan. Sebab jika dibiarkan begitu saja bisa memberikan kesan rumah tak terurus.

Selain itu masih ada beberapa bagian lainnya yang luput dibersihkan. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut ini daftarnya.


1. Pagar Rumah

Ilustrasi pagar rumah.Ilustrasi pagar rumah. Foto: Adobe Stock

Ya, ternyata pagar rumah perlu dibersihkan dan dirawat. Hal itu karena pagar kerap kotor hingga ditumbuhi jamur sehingga membuatnya tampak kusam.

“Bilas pagar dan gerbang Anda dengan selang atau mesin cuci bertekanan rendah. Kemudian gosok noda dengan air hangat dan sabun cuci piring, lalu bilas,” ujar cleaning expert di Spekless, Karina Toner.

2. Lampu Taman

Beautiful Small Solar Garden Light, Lanterns In Flower Bed. Garden Design. Solar Powered LampIlustrasi lampu taman. Foto: Getty Images/iStockphoto/bruev

Lampu taman menjadi salah satu bagian yang luput dibersihkan. Untuk membersihkannya cukup mudah.

Pertama, matikan lampu lalu lepaskan penutup kaca. Bersihkan penutup kaca dengan air sabun, gunakan sabun cuci piring yang lembut dan bebas pewangi. Selanjutnya, lap bohlam dengan kain mikrofiber sebelum dipasang.

3. Pot Bunga

Ilustrasi tanaman hias bunga mawarIlustrasi pot bunga. Foto: Getty Images/iStockphoto/izzzy71

Pot bunga yang ada di taman rumah juga perlu dibersihkan. Tidak hanya potnya saja, tatakan pot juga harus dibersihkan dan dibuang sisa air yang ada di dalamnya agar tak jadi sarang nyamuk.

Cara membersihkan pot bunga, singkirkan tanah yang menempel pada pot, lalu cuci dengan air dan sabun cuci piring. Sementara untuk membersihkan tatakan pot bisa bersihkan algae atau tanah yang menempel terlebih dahulu lalu cuci dengan air.

Setelah itu, jemur pot dan tatakan di bawah sinar matahari hingga kering.

4. Selang dan Keran Taman

Man watering garden with hose, close-upIlustrasi selang kebun. Foto: Thinkstock

Pemilik rumah bisa memeriksa kerusakan sejak dini untuk memastikan air dapat mengalir. Untuk merawat selang, pemilik rumah bisa melepaskan gulungan selang, periksa retakan, siram dengan air.

Sementara itu, untuk membersihkan kepala keran bisa digosok dengan sikat untuk menghilangkan endapan mineral.

Itulah beberapa bagian luar rumah yang luput dibersihkan. Mulai sekarang jangan lupa dibersihkan ya detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kasur Sering Terasa Berpasir? Bisa Jadi gegara Aktivitas Kutu Busuk!


Jakarta

Kasur merupakan benda penting di rumah yang harus selalu bersih. Kasur yang bersih mempengaruhi kenyamanan penggunanya ketika beristirahat.

Namun, pernahkah kalian merasakan kasur terasa berpasir? Seperti ada butir-butir keras di kasur, padahal naik ke kasur dalam keadaan bersih, tidak datang dari luar rumah, dan rumah tidak berada di pinggiran pantai.

Berasal dari mana pasir-pasir yang terasa di kasur tersebut?


Dilansir Home Unstain, berikut beberapa sumber munculnya pasir-pasir di kasur.

1. Faktor Lingkungan

Ternyata pasir-pasir yang terasa di kasur tidak sepenuhnya benar-benar butiran pasir. Bisa jadi itu merupakan partikel debu yang mengeras dan kasar. Debu tersebut terbawa dari luar yang menempel pada pakaian atau tubuh penggunanya.

Solusi untuk membersihkan debu tersebut adalah dengan membersihkan kasur sebelum naik ke atas dengan menyedot debu atau membuang debu dengan sapu lidi.

2. Kutu Busuk

Salah satu hewan yang biasa menempati kasur adalah kutu busuk. Hewan kecil ini bisa menghasilkan kotoran keras dan berpasir di tempat tidur selain menyebabkan alergi.

Kutu busuk biasa bersembunyi di celah-celah kasur seperti rangka tempat tidur, kasur, seprai, dan kertas dinding, di antara tempat-tempat kecil dan gelap lainnya.

3. Kulit Mati

Kemudian, pasir-pasir yang terasa di kasur juga bisa berasal dari kulit mati penggunanya. Saat berkeringat, tubuh melepaskan mineral dan garam, yang menyebabkan kulit menjadi kasar. Selain itu, partikel-partikel ini dapat menumpuk di tempat tidur dan membuatnya bertekstur berpasir akibat pengelupasan sel kulit.

4. Kotoran di Bawah Kaki

Seperti yang disebut sebelumnya kotoran seperti pasir ini bisa berasal dari kaki atau pakaian penggunanya yang menempel dan jatuh di kasur. Untuk menghindari hal ini disarankan pengguna kasur memakai alas kaki selama di rumah agar tidak ada kotoran yang menempel di kaki.

5. Debu dari AC atau Kipas Angin

Partikel debu ada yang berasal dari pendingin ruangan atau kipas angin yang digunakan di rumah. Penyebaran debu ini bisa dihentikan apabila alat elektronik tersebut rajin dibersihkan. Namun, apabila kamu tidak peduli dengan alat tersebut, siap-siap debu-debu seperti pasir menempel di tempat tidur.

6. Remah Makanan

Alasan lainnya kasur terasa berpasir adalah remahan makanan yang tertinggal di kasur. Jika kasusnya seperti ini, penghuni rumah biasanya sudah menyadari penyebab kasur terasa seperti berpasir. Untuk menjaga kasur tetap bersih dan nyaman digunakan adalah hindari makan di atas kasur.

Itulah penyebab kasur terasa seperti berpasir. Jangan lupa untuk membersihkan kasur sebelum digunakan ya detikers!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

14 Cara Ampuh Usir Tikus dari Rumah, Tak Perlu Pakai Racun!



Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang bisa muncul di rumah. Kehadirannya sangat menjengkelkan. Sebab selain membawa penyakit yang berbahaya, tikus juga bisa menimbulkan kerusakan di rumah.

Hampir semua orang tentu tidak ingin ada tikus di rumahnya. Berbagai metode mungkin bisa diterapkan untuk mengusir tikus, termasuk menggunakan jebakan ataupun racun tikus.

Namun jika kedua cara itu tidak berhasil, cobalah 14 cara ini untuk mengusir tikus di rumah.


1. Simpan Makanan di dalam Rumah dengan Rapi

Tikus biasanya menggerogoti makanan yang tergeletak di atas meja. Sehingga, kamu perlu menyimpan semua makanan di tempat yang aman dan tak terjangkau oleh tikus.

Kamu juga bisa menyimpan biji-bijian, makanan hewan peliharaan dan barang lainnya dalam wadah atau kaca logam. Jangan meninggalkan makanan hewan peliharaan dalam waktu yang lama.

2. Gunakan Cuka Apel

Tikus mempunyai indra penciuman yang kuat. Kamu bisa memanfaatkannya untuk mengusir hewan ini dengan bahan yang memiliki bau, misalnya dengan cuka apel. Caranya adalah sebagai berikut:

Masukan campuran cuka apel dan air ke botol semprot Sempotkan cairan ke sekeliling rumah.

3. Larutan Cabai

Tak hanya cuka apel, untuk membuat bau yang tak disukai tikus, kamu bisa membuat semprotan cabai yang pedas. Caranya adalah sebagai berikut:

Campur serpihan cabai, irisan paprika habaneros, sabun cuci piring dan air
Semprotkan cairan di mana kamu sering melihat tikus.
Namun perlu diperhatikan, meskipun campuran ini tak beracun untuk manusia tapi bisa mengiritasi mata, hidung dan mulut. Jadi, sebisa mungkin semprot di bagian yang jauh dari jangkauan orang atau hewan peliharaan. Cara ini juga tak menghilangkan populasi tikus besar.

4. Pelihara Kucing

Seperti yang sudah kita ketahui, kucing adalah musuh alami tikus. Memelihara kucing menjadi cara efektif untuk mengusir tikus. Kalau kamu berada di tempat yang tidak mengizinkan adanya hewan peliharaan, kamu bisa meminjam bak kotoran kucing di pintu masuk rumah. Tikus akan pergi setelah mencium bau urin kucing.

5. Gunakan Minyak Esensial

Beberapa minyak esensial dengan aroma kuat seperti peppermint dan cengkeh bisa mengusir tikus. Caranya yaitu dengan merendam bola kapas dalam minyak esensial dan letakkan di area yang sering didatangi tikus seperti lemari. Penggunaan minyak esensial ini bisa dibarengi dengan cara lainnya agar benar-benar ampuh usir tikus

6. Singkirkan Sarang

Pastikan tikus tidak menemukan tempat atau sarang yang nyaman seperti kain atau selimut di plastik penyimpanan barang. Selain itu, rapikan rumah dengan membuang segala karton kertas dan plastik yang sudah tak terpakai. Bersihkan rumah dari sampah.

7. Pasang Perangkap

Kamu bisa memasang perangkap dan menempatkannya di area yang sering didatangi tikus. Biasanya tikus akan keluar untuk mencari makan di malam hari. Makanan yang bisa memancing tikus di antaranya adalah selai kacang dan keju.

Setelah ditangkap, pastikan melepaskan tikus setidaknya sekitar 1,6 km dari rumah dan sebisa mungkin di area yang tak berpenghuni. Jangan sentuh tikus secara langsung untuk menghindari penyakit yang mungkin hewan ini bawa.

8. Semprotan Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih memiliki aroma yang menyebalkan bagi tikus. Sehingga kamu bisa menggunakan larutan ini untuk mengusirnya.

Gunakan larutan minyak kayu putih dengan konsentrasi 5%. Semprotkan ke tempat-tempat di mana tikus bersarang.

9. Gunakan Bawang Bombay

Bawang bombay bisa menjadi bahan untuk mengusir tikus. Aromanya yang menyengat tidak disukai oleh hewan ini.

Letakkan irisan bawang bombay di area yang biasanya menjadi sasaran tikus. Kamu dapat mengganti bawang bombay yang sudah membusuk dengan yang baru.

10. Gunakan Lada Hitam

Tak hanya bermanfaat di dapur, lada hitam memiliki kandungan kimia yang berbahaya untuk tikus. Kandungan kimia yang ada di lada hitam ini bisa membuat tikus iritasi dan tidak nyaman.

Caranya yaitu, giling kasar lada hitam, kemudian sebarkan ke area sarang tikus. Selain lada hitam, kamu juga bisa menggunakan lada putih.

11. Tutup Semua Lubang

Mengutip Bobvila, tikus bisa masuk ke lubang-lubang kecil. Jadi, pastikan memeriksa dinding serta ventilasi rumah. Lubang atau retakan yang besar sebaiknya diperbaiki, sedangkan yang kecil bisa diisi dengan wol baja atau sabut gosok tembaga.

12. Gunakan Kapur Barus

Kapur barus berkhasiat untuk mengusir tikus karena mengandung racun yang bisa menyiksa hewan ini. Kamu dapat menyimpan kapur barus di loteng, dapur atau tempat lain di mana tikus bersarang.

13. Bedak Bayi

Bedak bayi bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus dari rumah. Bubuk halus dari bedak bayi dipercaya bisa mengganggu fungsi tubuh tikus jika dikonsumsi. Bedak bayi cukup ditaburkan di tempat tikus biasa lewat dan dilakukan berulang kali.

14. Cairan Pemutih

Cairan pemutih bisa dimanfaatkan untuk mengusir tikus. Caranya yaitu dengan menambahkan cairan pemutih dengan air, lalu semprotkan ke area yang menjadi tempat tikus. Selain mengusir tikus, cairan pemutih juga bisa dijadikan disinfektan untuk membersihkan area yang terkena kotoran atau darah tikus.

Itulah 14 cara mengusir tikus dari rumah yang ampuh. Semoga informasi ini bermanfaat detikers

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Rumah Bau Apek Setelah Ditinggal Mudik? Ini Solusinya!



Jakarta

Setelah pulang dari mudik Lebaran, jangan kaget ketika masuk rumah tercium bau apek. Rumah yang terlalu lama ditutup bisa menimbulkan bau apek karena sirkulasi udara yang tidak lancar membuat debu terperangkap. Ditambah lagi udara yang lembap.

Sisa debu di rumah juga menandakan bahwa rumah tersebut tidak dibersihkan sebelum pergi mudik atau libur Lebaran. Namun tidak usah khawatir, berikut cara menghilangkan bau apek di rumah setelah mudik Lebaran dilansir dari The Spruce.

1. Buka Jendela dan Pintu di Rumah

happy young boy, kid opening the sliding door on rooftop patio area at homePintu rumah dibuka agar sirkulasi udara di dalam rumah baik. Foto: Getty Images/iStockphoto/olesiabilkei

Cara mengurangi debu dan bau apak di rumah adalah dengan membuka sumber sirkulasi udara yakni jendela dan pintu di rumah. Biarkan selama satu jam atau selama kamu membersihkan rumah misalnya mengelap perabotan, menyapu, dan mengepel.


2. Hidupkan Dehumidifier

DehumidifierDehumidifier Foto: Ace Hardware

Saat ini ada alat elektronik yang bisa menyerap kelembapan di dalam rumah dengan menyemprotkan uap yakni dehumidifier. Alat ini dapat mencegah jamur tumbuh di dalam rumah dan menjaga kualitas udara tetap sehat. Bisa pula menggunakan air purifier, alat satu ini berguna untuk membasmi bakteri di udara dan mencegah penghuninya terkena alergi.

3. Letakkan Baking Soda

Eco-friendly natural cleaners Vinegar, baking soda, salt, lemon and cloth on wooden table Homemade green cleaningBaking soda yang ampuh hilangkan noda dan bau apek di rumah. Foto: iStock

Bakin Soda memang ampuh untuk membersihkan noda, tetapi bahan ini juga ampuh untuk menyerap bau apak di rumah.

Caranya dengan menyiapkan baking soda yang dicampur dengan minyak esensial yang diletakkan ke dalam wadah. Tutup wadah tersebut menggunakan plastik atau kertas yang direkatkan dengan tali atau karet. Bolongi permukaan atasnya agar bau apek dapat tersedot.

4. Pakai Kopi

lebih baik biji kopi atau kopi bubukBiji kopi dan kopi bubuk Foto: iStock

Penyuka kopi bubuk bisa menggunakannya untuk mengurangi bau apek di rumah. Bau kopi tentu disukai oleh penghuni rumah sehingga tidak akan begitu mengganggu.

Kamu bisa menggunakan bubuk kopi baru atau ampas kopi. Bubuk tersebut perlu dipanggang atau disangrai lalu di letakkan di ruang terbuka di rumah. Jika kamu ada biji kopi di rumah, rebus terlebih dahulu lalu masukkan ke alat dehumidifier.

5. Taruh Lavender

Yang unik dari tempat ini adalah bunga lavendernya tumbuh secara liarBunga lavendernya yang memiliki bau yang menenangkan. Foto: detik

Bunga Lavender memang sudah sering digunakan sebagai bahan pengharum dalam beberapa produk karena baunya yang menenangkan. Bunga lavender juga bisa mengurangi bau apak di rumah. Namun, jika sulit menemukan bunga lavender, kamu bisa menggunakan pengharum ruangan instan yang memakai ekstrak bunga lavender.

6. Kayu Manis

Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu manis bisa mengharumkan ruangan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Rempah satu ini terbukti bisa digunakan sebagai pengharum ruangan alami. Jika tidak memiliki bunga lavender atau baking soda, kamu bisa menggunakan kayu manis. Caranya dengan merebus kayu manis lalu airnya dimasukkan ke alat dehumidifier. Agar wanginya semakin menenangkan kamu bisa menambahkan minyak esensial.

Demikian 6 cara menghilangkan bau apak di rumah setelah ditinggal mudik Lebaran. Semoga bermanfaat ya detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tunggu Bau! Ini Waktu Ideal dan Cara Cuci Bantal yang Tepat



Jakarta

Bantal menjadi salah satu alat yang menunjang kenyamanan tidur. Oleh karena itu penting untuk menjaga kebersihan bantal agar kualitas tidur tetap baik.

Jangan sampai bau apek, kotor dan kuman di bantal mengganggu tidur. Lalu kapan seharusnya mencuci bantal tidur yang kita pakai dan bagaimana cara mencucinya?

Selain mengganti sarung bantal secara rutin, bantal tidur juga harus dicuci. Bantal tidur dianjurkan untuk dicuci 4 kali setahun, atau maksimal 3 bulan sekali.


Mengutip HGTV, berikut cara mencuci bantal tidur yang tepat:

1. Baca petunjuk cara mencuci

Untuk mencuci bantal, Anda tidak perlu ke laundry karena bisa mencucinya sendiri di rumah. Pastikan untuk selalu membaca label perawatan pada bantal untuk petunjuk khusus

2. Kenali jenis bantal dan bahannya

Kenali jenis isi bantal Anda dan ikuti petunjuknya. Untuk jenis yang bisa dicuci, gunakan detergen sesedikit mungkin. Hindari menggunakan pelembut kain karena cenderung meninggalkan residu dan dapat menimbulkan gumpalan di bantal.

a. Bantal bulu angsa atau bulu:

Setel mesin cuci ke siklus halus atau lembut dan gunakan air hangat. Tambahkan juga siklus bilas dan peras ekstra. Selanjutnya, tambahkan sedikit deterjen bubuk atau cair – sekitar satu sendok makan. Jika menggunakan cairan, pastikan deterjen benar-benar dibilas pada bagian akhir untuk menghindari residu pada bantal.

b. Poliester atau bulu sintetis:

Ikuti petunjuk yang sama seperti bantal bulu angsa atau bulu.

c. Busa memori atau lateks:

Perlu diperhatikan, bantal dengan bahan ini tidak bisa dicuci dengan mesin. Sebagai gantinya, bersihkan noda dengan kain lembab seperlunya. Gunakan penyedot debu dengan sambungan selang untuk menyegarkan dan membersihkan bantal.

3. Keringkan Bantal Secara Menyeluruh Setelah Dicuci

Proses pengeringan adalah langkah yang paling penting. Jika bantal tidak benar-benar kering – luar dan dalam – Anda berisiko membentuk jamur. Keringkan sebagian besar bantal dengan pengaturan panas halus atau rendah hingga sedang. Untuk bantal bulu angsa atau bulu, pastikan hanya menggunakan pengaturan kering udara (tanpa panas) karena isiannya cenderung gosong.

Untuk semua jenis isian, masukkan beberapa bola tenis ke dalam pengering untuk memecah gumpalan di dalamnya dan menjaga bantal tetap lembut. Sebagai alternatif, letakkan bantal di atas tali jemuran di luar ruangan untuk dijemur di bawah sinar matahari. Pastikan tidak ada kelembapan di bantal sebelum meletakkannya kembali di tempat tidur.

Demikian cara mencuci bantal yang benar. Semoga bermanfaat ya detikers!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Harus Mencuci Gorden? Ini Kata Ahli



Jakarta

Penggunaan gorden atau tirai di rumah diperlukan untuk menyaring sinar matahari yang masuk serta menjaga privasi penghuni di dalamnya. Sama seperti barang-barang lainnya, gorden juga perlu dicuci karena mudah kotor.

Pada gorden yang panjang hingga menyentuh lantai lebih rawan kotor karena bisa mengumpulkan debu dari waktu ke waktu. Beberapa material gorden juga rentan kotor.

Lantas, seberapa sering perlu mencuci gorden?


Dilansir dari The Spruce, mencuci gorden sangat tergantung dari jenis dan bahannya. Tak hanya itu, penempatan gorden juga bisa menentukan seberapa sering pencucian diperlukan. Contohnya, gorden yang ada di kamar tamu bisa dicuci setahun sekali.

Idealnya, gorden dicuci setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika di rumah ada hewan peliharaan atau dekat pinggir jalan, sebaiknya gorden dicuci setiap tiga bulan sekali.

“Khususnya gorden dapur, mungkin perlu dicuci lebih sering-sekitar setiap dua hingga tiga bulan-karena gorden menyerap minyak, partikel makanan, dan bau dari masakan. Seiring waktu, penumpukan itu dapat mengubah warna kain dan menyebabkan bau tak sedap di ruangan,” kata pendiri Maid Brigade, Robin Murphy, dikutip dari The Spruce, Rabu (9/4/2025).

Gorden Jenis Apa yang Harus Dicuci?

Gorden dengan bahan katun, linen, dan poliester bisa dicuci di rumah. Sementara untuk gorden tipis sebaiknya dicuci dengan siklus pencucian yang lembut dan dengan air dingin.

Di sisi lain, untuk gorden bahan sutra, beludru, campuran wol, maupun yang berbahan tebal sebaiknya dicuci dengan menggunakan jasa profesional. Sebab, gorden dengan bahan tersebut bisa menyusut, kehilangan bentuk, atau rusak jika dicuci di rumah.

Sekarang sudah tahu ‘kan detikers kalau gorden juga perlu dicuci. Jangan lupa untuk dicuci ya untuk gorden yang ada di rumah!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mitos Angkat Jemuran di Malam Hari Cegah Baju Ditempeli Setan, Benarkah?


Jakarta

Agar pakaian yang dicuci cepat kering, biasanya akan dijemur saat pagi atau menjelang siang hari. Di waktu tersebut, sinar matahari sedang terik sehingga dapat membantu mengeringkan pakaian lebih cepat sekaligus membunuh kuman dan bakteri.

Namun, masih ada beberapa orang yang menjemur pakaian di malam hari. Sebenarnya, cara ini tidak dianjurkan karena udara malam dapat memperlambat proses pengeringan pakaian.

Selain itu, apabila udara malam yang dingin bertemu dengan kain atau pakaian yang masih basah, maka akan mengakibatkan jamur lebih cepat tumbuh. Alhasil, pakaian kesayangan detikers cepat rusak sekaligus tak baik untuk kesehatan.


Lalu, ada juga mitos di masyarakat yang menyebut bahwa menjemur pakaian di malam hari akan mengundang setan atau pakaian kita akan “ditempeli” makhluk halus. Sebagian ada yang tidak percaya, tapi beberapa orang meyakini hal itu.

Lantas, benarkah mitos yang beredar tersebut? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Mitos Menjemur Pakaian di Malam Hari Akan Ditempeli Setan

Ustaz Farid Nu’man Hasan menanggapi mitos tentang menjemur pakaian di malam hari dapat mengundang setan. Menurutnya, dalam ajaran Islam tidak ada aturan atau larangan mengenai menjemur baju saat malam hari.

Lalu, Ustaz Farid menegaskan bahwa pendapat tentang menjemur baju di malam hari akan membuat baju ditempeli setan hanyalah tahayul, sehingga tidak benar adanya.

“Tidak ada larangan hal itu dalam Islam, baik Al Quran, As Sunnah, Ijma’, atau keterangan ulama empat mazhab. Apa yang tersebar di medsos bahwa itu menjadi tempatnya syetan adalah khurafat dan tahayul, tidak ada dasar sama sekali,” ujarnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Mengutip catatan detikProperti, Syaikh Shalih al Munajjid mengomentari keyakinan tersebut dengan perkataan sebagai berikut:

وإنما هي دعوى باطلة ، وخرافة كالتي تنتشر بين الناس

Artinya: Itu adalah klaim batil dan khurafat yang tersebar di antara manusia. (Al Islam Su’aal wa Jawaab No. 212916)

Jadi, tidak ada kaitannya apabila menjemur baju di malam hari maka pakaian akan ditempeli atau diganggu oleh setan. Semua mitos tersebut tidak benar dan tidak berdasar menurut Islam.

Di sisi lain, Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri, terutama pakaian yang dikenakan. Dianjurkan agar mencuci pakaian hingga bersih dan wangi, sehingga nyaman saat dikenakan dan tidak mengeluarkan bau tak sedap.

Mengenai pakaian bersih dan wangi, Ustad Farid menghimbau kepada masyarakat agar tidak menggantung pakaian di dinding rumah. Sebab, dinding merupakan tempat yang kotor, sehingga berisiko menyebabkan pakaian yang bersih menjadi kotor lagi sekaligus membahayakan kesehatan.

“Namun jika alasannya adalah kebersihan dan kesehatan memang sebaiknya tidak menggantungkan pakaian di dinding rumah. Jika kotor maka taruh di tempat khusus pakaian kotor, jika bersih letakkan di lemari pakaian,” tutur Ustadz Farid.

Demikian penjelasan soal mitos menjemur pakaian di malam hari dapat ditempeli oleh setan. Semoga bermanfaat!

(ilf/fds)



Sumber : www.detik.com